Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jegerr!! Duit Rp 3.770 T Raib Pascakejatuhan Bitcoin dkk

Jegerr!! Duit Rp 3.770 T Raib Pascakejatuhan Bitcoin dkk

Kejatuhan harga bitcoin dan mitra-kawannya di pasar 'Mata uang' kripto dunia memicu setidaknya dana sebesar Us$ 260 miliar atau setara Rp 3.770 triliun (Kurs Rp 14.500/Us$) hilang berasal dari bursa perdagangan cryptocurrency internasional. 

Dilansir CNBC International, di dalam 24 jam paling akhir harga bitcoin turun hampir 10% dan menembus harga Us$ 49.281,40 /Koin (Rp 715 juta) menurut information Coindesk. 

Harga ethereum juga turun jadi Us$ 2.202,05, (Rp 32 juta) turun lebih berasal dari 11%. Adapun harga Xrp, cryptocurrency terbesar kelima, jatuh lebih berasal dari 22%, menurut website pelacakan harga Coinmarketcap. 

Bukan mengerti apa yang menyebabkan aksi jual itu walaupun cryptocurrency dikenal bersama perubahan harga yang liar. 

"Pasar sudah terjadi memadai tinggi secara total, dan barangkali akan mendingin sebelum langkah berikutnya," kata Vijay Ayyar, kepala pengembangan usaha di bursa cryptocurrency Luno, kepada CNBC lewat email, dikutip Jumat (23/4/2021). 
Terhadap Kamis (22/4/2021), indeks saham Amerika Perkumpulan (Aas) juga jatuh sehabis terpengaruh laporan bahwa Presiden AS Joe Biden tengah mempertimbangkan kenaikan pajak berasal dari capital gain untuk orang kaya di Amerika. Pajak akan naik jadi sampai 43,3%. 

Di dalam proposalnya, rata-rata kenaikan pajak akan sebesar 39,6% bagi mereka yang berpenghasilan Us$ 1 juta atau lebih kurang Rp 14,5 miliar atau lebih. Ini akan naik 20% berasal dari selagi ini. 

"Tersedia juga penurunan pasar saham yang lebih luas, yang kemungkinan juga memengaruhi seluruh aset berisiko [Terhitung bitcoin cs]," tambah Ayyar. 

Tahun ini saja, bitcoin udah meningkat 71% dan harga ethereum udah menguat 200%. 

Pendorong kenaikan harga dikarenakan adanya peningkatan pembelian bitcoin oleh investor institusional. Corporate layaknya Tesla dan Square juga udah membeli bitcoin senilai miliaran dolar As. 

Bank juga mencoba mengizinkan klien mereka untuk terlibat di dalam pasar bitcoin. Terhadap Maret, Morgan Stanley mengatakan tengah meluncurkan akses ke tiga dana yang terlalu mungkin kepemilikan bitcoin, sebagaimana dilaporkan Cnbc. 

Tapi, kekhawatiran atas tindakan keras regulasi terutama berasal dari bank sentral lebih dari satu negara pada bitcoin konsisten mengaburkan pasar. 

Jesse Powell, CEO pertukaran mata uang kripto besar bernama Kraken, memperingatkan pemerintah bisa menekan pemakaian bitcoin dan mata uang kripto lainnya. 

India berencana untuk memperkenalkan undang-undang untuk melarang perdagangan atau lebih-lebih kepemilikan cryptocurrency. Terhadap bulan Februari, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyebut bitcoin sebagai "Aset yang terlampau spekulatif" dan mengatakan dia risi mengenai potensi kerugian bagi investor. 

Otoritas di semua dunia tengah melacak cara untuk mengatur bitcoin. Deputi Gubernur Bank Masyarakat China, menyebut bitcoin sebagai "Alternatif investasi" minggu lalu, yang menandai melodi yang lebih progresif terhadap cryptocurrency sesudah tindakan keras yang keras oleh regulator negara terhadap industri terhadap tahun 2017 dan 2018. 

Posting Komentar untuk "Jegerr!! Duit Rp 3.770 T Raib Pascakejatuhan Bitcoin dkk"