Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bitcoin Menjadi Alat Transaksi Narkoba Oknum Pns, Begini Modusnya

Bitcoin Menjadi Alat Transaksi Narkoba Oknum Pns, Begini Modusnya

Aset kripto bitcoin kian diminati rakyat Indonesia belakangan ini. Buktinya, jumlah investor bitcoin tetap meningkat berasal dari selagi ke sementara. 

Pertumbuhan bitcoin tidak signifikan tanpa sisi gelap. Lantaran, bitcoin ternyata dipakai untuk transaksi narkoba. 

Hal itu dikerjakan oleh oknum pegawai negeri sipil (Pns) yang juga pengedar narkoba di Pekanbaru, Riau. Oknum PNS berinisial SS (29) ini ditangkap gara-gara laksanakan transaksi narkoba kenakan bitcoin. 

Kabid Pemberantasan BNN Riau Kombes Berliando menyebut pelaku SS membeli narkoba bentuknya serupa prangko itu berasal dari bandar, Ni. Narkotika itu ditebus SS kenakan bitcoin. 

"Modusnya tersangka SS pesan narkotika style 2-Cb atau LSD kepada DPO NI melalui media sosial Line. Lantas SS ini bayar pakai bitcoin," kata Berlindo, Rabu (6/10/2021). 

Sebelum barang dikirim, NI mengirimkan link bitcoin kepada tersangka Ss. Sebelum transaksi terjadi, bitcoin dikonversikan ke rupiah pada hari akan transaksi. 

"Sehabis tersangka SS beroleh paket barulah tersangka jalankan pembayaran lewat bitcoin. Namun ini dikonversikan pernah ke rupiah, contoh dia beli Rp 6 juta, nilai ini berapa bitcoin, itulah baru dikirim," katanya. 

Transaksi bersama dengan bitcoin sendiri, dijalankan semenjak April 2021. Akhirnya narkotika di dalam bentuk serupa prangko itu dijual di media sosial. 

"Tersangka menjual lagi LSD bersama cara memasarkan melalui akun instagram. Terkecuali pembeli kepada SS untuk transaksi pembayaran secara konvensional lewat transfer bank," Humas BNNP Riau, Caesar Rizki Purba. 

Posting Komentar untuk "Bitcoin Menjadi Alat Transaksi Narkoba Oknum Pns, Begini Modusnya"