Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentara Ukraina Bisa Sumbangan Bitcoin Rp 5,7 Miliar

Tentara Ukraina Bisa Sumbangan Bitcoin Rp 5,7 Miliar

Beraneka cara dikerjakan warga dunia untuk membantu Ukraina di sedang gempuran Rusia. Tidak benar satunya bersama dengan mengimbuhkan sumbangan didalam bentuk mata uang kripto. 

Data berasal dari firma analitik blockchain Elliptic membuktikan didalam periode 12 jam, bitcoin senilai USD 400.000 (Rp 5,7 miliar) disumbangkan kepada Come Back Alive, organisasi non-pemerintah asal Ukraina yang sedia kan pemberian untuk angkatan bersenjata. 

Kelompok lainnya, Ukrainian Cyber Alliance, udah terima USD 100.000 di dalam bentuk bitcoin, litecoin, ether, dan tipe stablecoin lainnya semenjak tahun lalu. Semenjak tahun 2016, aktivis yang tergabung di dalam kelompok ini udah meluncurkan agresi siber ke Rusia. 

Aktivis memanfaatkan sumbangan didalam bentuk kripto untuk beragam tujuan, terhitung sediakan persenjataan untuk tentara Ukraina, alat-alat kebugaran, drone, sampai pendanaan untuk aplikasi facial recognition yang dirancang untuk mengidentifikasi mata-mata atau tentara bayaran Rusia. 

"Mata uang kripto semakin tak terhitung digunakan untuk menggalang dana buat perang, bersama persetujuan diam-diam berasal dari pemerintah," kata Chief Scientist Elliptic Tom Robinson, layaknya dikutip berasal dari Cnbc, Sabtu (26/2/2022). 

Kelompok relawan memang sudah lama memperkuat militer Ukraina bersama menawarkan sumber kekuatan dan tenaga tambahan. Biasanya organisasi layaknya ini terima dana berasal dari donor private melalui transfer bank atau aplikasi pembayaran. 

Tetapi belakangan ini mata uang kripto layaknya bitcoin mulai jadi pilihan yang populer, dikarenakan pembayarannya bisa dilaksanakan bersama dengan melewati ketetapan institusi keuangan yang kemungkinan akan mencegah proses pembayaran ke Ukraina. 

Menurut data Elliptic, kelompok relawan dan organisasi non-pemerintah secara keseluruhan udah mengumpulkan uang kripto senilai lebih berasal dari USD 1 juta. Namun jumlah sumbangan yang masuk tetap meningkat di sedang agresi Rusia yang baru saja diluncurkan. 

Di sisi lain, kelompok separatis pro-rusia juga ikut menggalang dana di dalam bentuk bitcoin semenjak hari-hari awal konflik. Analis data fintech Boaz Sobrado mengatakan sebagian petinggi Rusia mengatakan mereka tidak memutus rekening bank oposisi gara-gara dikhawatirkan akan beralih ke kripto yang lebih sulit dilacak. 

Sobrado mengatakan penggalangan dana di dalam bentuk kripto untuk masalah kontroversial memang udah kerap berjalan. Contohnya Alexei Navalny, politisi Rusia yang merupakan oposisi Vladimir Putin, sempat terima sumbangan didalam bentuk bitcoin sehabis dijebloskan ke penjara tahun lalu. 

Ukraina juga udah mulai mengambil langkah untuk mengadopsi mata uang kripto di level nasional. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan parlemen baru saja mencapai kesepakatan berkaitan hukum yang akan mengatur dan melegalkan mata uang kripto. 

Posting Komentar untuk "Tentara Ukraina Bisa Sumbangan Bitcoin Rp 5,7 Miliar"