Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Data Ekonomi AS Tidak cukup Baik, Kripto Ambrol Bos!

Data Ekonomi AS Tidak cukup Baik, Kripto Ambrol Bos!

Harga mayoritas kripto primer terpantau melemah pada perdagangan Jumat (15/4/2022), di mana hantu inflasi masih membayangi hampir semua negara di dunia, dan menekan pasar aset digital. 

Melansir data berasal dari Coinmarketcap pada pukul 11:00 Wib, berikut konvoi 10 koin terbesar berdasarkan market cap. 

Bitcoin melemah tajam 2,89% ke level harga Us$ 40.180,38/Koin atau setara bersama dengan Rp 576.416.484/Koin, Ethereum terkoreksi 2,47% ke level Us$ 3.042/Koin atau Rp 43.631.406/Koin. 

Berikutnya Tether dan BNB merosot yang masing-masing sebesar 0,02% dan 2,35%. Solana diperdagangkan lebih rendah 4,31% ke level Us$102,31 atau setara bersama Rp 1.467.432/Koin. Terra melemah 6,67% dan di banderol Us$82,60 per koinnya.
 
Cardano turun 2,20% ke level Us$0,9558 (Rp 13.700/Koin) dan Avalanche melemah 3,67% ke level Us$78,46 (Rp 1.125.351/Koin). 

Tetapi, USD Coin berhasil menguat tipis 0,05% (Rp 14.343/Koin) dan XRP melesat tajam sampai 6,59% ke level Us$0,789 (Rp 11.316/Koin). 

Pasar kripto ulang bergejolak, sehabis pekan ini sentimen tidak sedap menghantui hampir semua negara di dunia, di mana hantu 'Inflasi' masih menghantui. Tidak kecuali Negara Adidaya Amerika Perkumpulan (As). AS mencatatkan inflasi year sebesar 8,5% per Maret 2022, atau lebih tinggi berasal dari inflasi th bulan sebelumnya sebesar 7,9%. 

Tidak cuman itu, Indeks harga konsumen (Ihk) juga jadi yang tertinggi semenjak Desember 1981. Indeks Harga Produsen (Ihp) AS juga meningkat 11,2% berasal dari tahun lalu dan naik 1,4% secara bulanan dan jadi level tertinggi semenjak November 2010. Tanda-Tanda inflasi akan konsisten tinggi mampu menekan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk langsung memperketat kebijakan moneternya. 

Tak sekedar itu, perang di Ukraina yang masih memanas sampai hari ini, ikut menaikkan sentimen negatif untuk pasar aset digital. 

Meski begitu, tersedia spekulasi bahwa inflasi di Negeri Paman Sam udah mencapai titik tertingginya dan berpotensi akan menurun. 

Tapi, hal itu bisa juga dipicu oleh investor yang laksanakan aksi jual untuk mengambil untung sehabis kemarin pasar aset digital sempat menguat. 

"Konduite trader pas ini tampaknya beralih berasal dari penguasaan realisasi kerugian menuju pengambilan untung di dalam jumlah kecil. Sebesar 58% berasal dari volume transaksi Bitcoin selagi ini mewujudkan laba," tutur Glassnode, di dalam laporan riset hariannya, dikutip berasal dari Coindesk. 

Posting Komentar untuk "Data Ekonomi AS Tidak cukup Baik, Kripto Ambrol Bos!"