Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sentimen Negatif Masih Mendominasi, Bitcoin dkk Loyo Kembali

Sentimen Negatif Masih Mendominasi, Bitcoin dkk Loyo Kembali

Harga mayoritas kripto primer terpantau melemah pada perdagangan Senin (11/4/2022), di sedang masih hadirnya sebagian sentimen negatif di pasar aset digital sampai hari ini. 

Melansir data berasal dari Coinmarketcap pada pukul 09:00 Wib, hanyalah koin digital (Token) berjenis stablecoin yakni Tether yang menghijau tipis pada hari ini. 

Sedangkan sisanya terpantau ulang berjatuhan. Bitcoin melemah 1,33% ke level harga Us$ 42.223,37/Koin atau setara bersama Rp 606.327.593/Koin, Ethereum terkoreksi 1,99% ke level Us$ 3.193/Koin atau Rp 45.851.480/Koin. 

Berikutnya BNB merosot 2,35% ke Us$ 416,71/Koin (Rp 5.983.956/Koin), Cardano tergelincir 2,49% ke Us$ 1,02/Koin (Rp 14.647/Koin), Terra ambruk 5,37% ke Us$ 90,96/Koin (Rp 1.306.186/Koin), dan Avalanche ambrol 4,65% ke Us$ 80,57/Koin (Rp 1.156.985/Koin). 
Berlanjutnya koreksi di pasar kripto pada hari ini gara-gara investor masih mengevaluasi planning bank sentral Amerika Perkumpulan (As) yang akan lebih militan didalam menentukan kebijakan moneter kedepannya guna mengekang tingginya inflasi. 

Pada Rabu pekan lalu, The Fed merilis selebaran pertemuannya di bulan Maret, tunjukkan rencananya untuk kurangi kepemilikan obligasinya sebanyak Us$ 95 miliar per bulan. 

Tidak semata-mata itu, mereka juga mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga acuannya sebanyak 50 basis poin di rendezvous berikutnya. 

The Fed yang berpotensi semakin hawkish membuat investor cenderung masih berhati-hati memburu aset digital sampai hari ini. Lebih-lebih, The Fed yang semakin hawkish juga turut memperberat lagi kinerja saham teknologi, dikarenakan asa ntuk mendulang keuntungan tinggi agak memudar. 

Tidak cuman sebab potensi sikap The Fed yang semakin hawkish, sentimen berasal dari persoalan peretasan yang menyerang non-fungible token (Nft) Axie Infinity pada Sabtu lalu. 

Aleksander Leonard Larsen, Chief Operating Officer Sky Mavis yang berbasis di Ho Cho Minh, menyebut uang yang raib gara-gara hacker di pasar kripto butuh selagi yang memadai lama untuk lagi. 

Sky Mavis, pengembang game blockchain NFT bernama Axie Infinity, melaporkan hacker udah mencuri dana pengguna senilai Us$ 615 juta atau setara Rp 8,8 triliun (Anggapan kurs Us$ 1 setara Rp 14.300). Manajemen menunjukkan akan mengganti dana pengguna itu. 

Kini solusinya penggantian dana pengguna itu udah tercapai. Tidak benar satunya bersama dengan dana talangan berasal dari investor. 

Axie Infinity perlihatkan penggantian dana itu berasal berasal dari dana internal dan suntikan dana investor sebesar Us$ 150 juta yang dipimpin oleh sistem cryptocurrency Binance dan venture capital a16z. 

Tapi proses penggantian itu tidak akan sebentar. Larsen menyebut butuh selagi kira-kira dua tahun. 

"Kita perkirakan di dalam kala dua tahun ke depan beberapa dana bisa kembalo. Dua tahun adalah sementara yang memadai untuk beroleh berita. Kita di sini untuk jangka panjang," kata Larsen kepada Bloomberg, sebagaimana dikutip berasal dari Reuters. 

Di lain sisi, waktu ini bitcoin masih didalam situasi bearish di dalam jangka pendek. Seorang komentator Crypto Ed memperkirakan Bitcoin masih akan ulang menguji level support Us$ 40 ribu, sembari mengimbuhkan Bitcoin malah berpotensi lagi anjlok di bawah level itu. 

"Selama [Bitcoin] tidak menyentuh ulang [Level] 44 ribu atau apalagi 45-46 ribu, saya risi kami wajib siap untuk lebih segudang penurunan dan setidaknya [Btc] menguji lagi [Level support] 40 ribu dan apalagi bisa saja lebih rendah berasal dari itu," dia memperingatkan pengikut Twitter, dikutip Cointelegraph, Minggu (10/4/2022). 

Posting Komentar untuk "Sentimen Negatif Masih Mendominasi, Bitcoin dkk Loyo Kembali"